Jan 12 2018

*Akidah Yang Benar Dalam Masalah Tawassul*

Tawassul adalah menjadikan sesuatu sebagai perantara agar suatu doa/ permohonan yang dimaksud terkabul. Tawasul yang dibolehkan secara syariat:

1️⃣ Bertawassul dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dalilnya di QS. Al A’raf:180.

2️⃣ Bertawassul kepada Allah dengan amal shaleh. Dalilnya di hadits Bukhari Muslim tentang kisah Ashabul Kahfi.

3️⃣ Bertawassul dengan meminta doa orang sholeh yang masih hidup. Dalilnya di QS. Yusuf:97.

4️⃣ Bertawassul dengan menampakkan kerendahan diri saat berdoa. Dalilnya di QS. Al Qomar:10 dan QS. Al Anbiya:83.

5️⃣ Bertawassul dengan mengakui kesalahan dan menyebutkan ketergantungan kepada Allah. Dalilnya di QS. Al Qashash:16 dan QS. Al Qashash:24.

6️⃣ Bertawassul dengan mengakui segala nikmat yang telah diberikan Allah. Dalilnya di hadits Bukhari “…aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu…”

7️⃣ Bertawassul dengan mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Dalilnya di QS. Al Anbiya:87.

_______

Disarikan dari buletin yang diterbitkan oleh Divisi Keilmuan Departemen Amar Ma’ruf Nahi Munkar Masjidil Haram


Jan 12 2018

MENINGGALKAN HAL YANG TIDAK PENTING BAGI SEORANG MUSLIM*

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه ” حديث حسن رواه الترميذي وغيره هكذا

‘an abii huroirota rodhiyallahu ‘anhu qoola: qoola rosuulullahi shollallahu ‘alaihi wa sallam ” min husni islamil mar’i tarkuhu maa laa ya’niihi ” haditsun hasanun rowaahut tirmidziyyu wa ghoiruhu hakadzaa

Artinya: Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu ia telah berkata: Bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ”SEBAGIAN DARI KEBAIKAN KEISLAMAN SESEORANG ADALAH MENINGGALKAN SUATU HAL YANG TIDAK BERGUNA BAGINYA.” [Hadits Hasan, HR Tirmidzi dan yang lainnya]