Jan 7 2018

Catatan Singkat Perjalanan Umroh 1439 H *

Sengaja saya membuat catatan umroh kali ini bukan saja karena ada hal2x penting yang barangkali ada manfaatnya buat kawan2x di Qatar tapi juga ini merupakan perjalanan umroh yang unik karena ini merupakan perjalanan umroh pertama kalinya menggunakan pesawat buat kami sekeluarga. Keunikan lainnya karena ada hal hal baru dalam proses apply visa umroh, flight route, local transport, dll. Semoga Allah meluruskan niat dan menjadikan umroh kita semua maqbul insyaa Allah…aamiin Allahumma aamiin.

Saya mulai dari visa umroh, karena merupakan spesial case untuk kondisi Qatar saat ini. Untuk apply visa umroh kali ini kita sebagai WNI hanya bisa apply dari Indonesia. Saya menggunakan satu travel agent di Indonesia untuk membantu menguruskan visanya. Silahkan perhatikan announcement berikut. Bila ada travel agent lainnya yang menyanggupi meng-arrange visa umroh silahkan Anda pergunakan juga.

=======

*INFO VISA UMROH*

Barangkali ada yg berniat umroh dari Qatar bisa apply visa umroh via Prime Travel di Jakarta (PT. Prima Wisata Mandiri). Beaya pengurusan visa umrohnya USD 125/passport (hotel dan pesawat kita manage sendiri tidak melalui travel tetapi bisa juga diuruskan oleh mereka). Passport bisa dikirimkan ke alamat Prime Travel via DHL sbb:

Jl. Bumi Raya No. 43

RT 09/RW 04

Kelurahan Duren Sawit

Jakarta 13440 Indonesia

a.n Hadi Aldjoeffry

Total waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan visa umroh ini adalah sekitar 2 minggu (dari mulai passport dikirimkan via DHL dari Doha hingga passport yang ada visa umrohnya dikirimkan kembali ke Doha). Info selanjutnya bisa langsung kontak ke mas Hadi Aldjoeffry via WA (+6281290167739).

Persyaratan dokumen yang dibutuhkan (bisa dikirimkan via email ke hadi_joeffry@yahoo.com)

1) Photo 3×4 dan 4×6 masing masing 2 lembar (latar belakang putih).

2) Kartu keluarga.

3) Kartu nikah.

4) Apabila anak kurang dari 17 tahun harus menyertakan akte kelahiran.

=======

Saya kira masalah visa cukup jelas tinggal diikuti saja info diatas. Beaya kurir DHL bila Anda bekerja di “Q” company patutnya ada diskon sekitar 50%. Dan untuk pengiriman kembali passport dari Jakarta ke Doha Anda bisa kontak DHL office di Doha sini untuk payment on arrival jadi tagihan akan dibayar semuanya disini dan pihak travel agent di Jakarta sama sekali tak perlu bayar apa apa bahkan kurir DHL menjemput langsung ke alamat travel. Total waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan visa umroh ini adalah sekitar 2 minggu (dari mulai passport dikirimkan via DHL dari Doha hingga passport yang ada visa umrohnya dikirimkan kembali ke Doha). Oya pada saat apply visa umroh, KSA embassy di Jakarta mendeteksi 2 dari 4 passport kami pernah melakukan umroh pada tahun hijriah sebelumnya sehingga diharuskan membayar visanya progressive sebesar SR2000/passport, tentu kaget pas dengar info ini. Akhirnya saya minta pihak travel di Jakarta untuk meng-klarifikasi masalah ini bahwa betul saya berkali-kali masuk KSA dalam 2 tahun belakangan ini tapi karena keperluan transit menuju negara lainnya (Jordan, UAE, Oman, etc) menggunakan jalur darat dan visa transit tersebut bisa dibuktikan langsung didalam passport saya. Alhamdulillah pihak KSA embassy di Jakarta menerima argument saya dan akhirnya charge visa-nya menjadi normal kembali.

Selanjutnya masalah pesawat kita bisa memilih melalui Oman atau Kuwait as alternatif. Untuk case saya lebih memilih Oman karena selepas umroh kami ingin mengunjungi kerabat di Oman (stop over for 2 nights). Yang sedikit mengganjal adalah jadwal pesawat Oman Air menuju KSA (Madinah/Jeddah), jadwalnya kurang ideal (terlalu lama transitnya di Muscat). Kami transit 8 jam di Muscat dan inilah waktu transit terpendek dari semua jadwal yang ada. Sebagai alternatif bisa menunggu di beberapa lounge yang ada di Airport Muscat yang tariffnya kurang lebih QR100/ 3 jam/ person. Kita bisa makan, tidur, mandi, free internet, dll disitu. Tiket Oman Air bisa dibeli online dari website or mobile app.

Perjalanan Doha – Muscat ditempuh sekitar satu jam lebih menggunakan pesawat Oman Air. Satu hal yang perlu dicatat saat pembelian tiket Oman Air secara online kita check mana penerbangan yang betul betul dioperasikan Oman Air dan mana yang merupakan code share. Ini sangat penting terutama saat perjalanan keluar Saudi karena di Jeddah ada 3 terminal: terminal Saudi Airways, terminal international non Saudi Airways, terminal haji umroh. Make sure ini diperhatikan karena kami hampir tertinggal pesawat gara-gara salah terminal, dan harus menggunakan taksi dari terminal international non Saudi ke terminal Saudi Airways.

Itinerary yang saya pilih adalah Doha – Muscat – Madinah dan Jeddah – Muscat – Doha. Untuk masuk KSA akan lebih baik melalui Madinah karena airportnya lebih terorganisir dengan baik dibandingkan Jeddah. Tiket route ini tiketnya saya tebus sekitar QR8000-an untuk 3 dewasa dan 1 anak. Alhamdulillah tidak ada hambatan dan bisa dibilang sangat lancar sekali saat masuk ke Madinah (di imigrasi Airport Madinah bila Anda ditanya terbang dari mana sebutkan Anda terbang dari Muscat – Oman), selepas imigrasi dan ambil bagasi kita juga relatif mudah untuk mendapatkan taxi menuju hotel kami di Pullman Zamzam disisi utara Mesjid Nabawi. Bulan-bulan ini adalah saat libur sekolah baik di KSA maupun dinegara sekitar dan juga di Indonesia sehingga banyak sekali orang menunaikan umroh. Biasanya kami menginap disisi utara Masjid Nabawi kali ini disisi selatan (disisi imam Mesjid Nabawi) yang relatif less crowded dibandingkan disisi utara. Kekurangan Pullman Zamzam adalah woman entrance agak sedikit jauh tapi masih acceptable dari hotel kami tinggal & kekurangan lainnya sedikit tempat makan tetapi ini bukan hal yang major. Dari hotel menuju shaft laki laki butuh waktu sekitar 5 menitan. Sedangkan ke woman entrance ditambah lagi sekitar 2-3 menitan. Hotel Pullman Zamzam dekat dari AlBaik Chicken di King Faisal Road lho ☺️. Asal siap siap saja antri minimum sejam ya… Oya sebelum saya lupa kartu ATM, CC, dan Ooredoo Passport jalan dengan normal jadi tak perlu khawatir terjadi pemblokiran.

Kita stay di Madinah 2 hari dan selanjutnya bergerak ke Makkah menggunakan transport yang kita arrange sendiri. Drivernya namanya pak Farid tinggal di Jeddah dan menyanggupi membawa kami dari Madinah ke Makkah dengan tarif SR750. Untuk transport Makkah Jeddah saat kepulangan pak Farid memberikan tarif SR300. Pak Farid bisa dihubungi di  Whatsapp +966_50_758_5536 (remove underscore). Untuk keluarga yang besar silahkan request mobil yang lebih besar ke pak Farid.

Kami berangkat dari Madinah sekitar jam 11-an dan menuju tempat miqat Bir Ali/ Zul Khulaifah yang tak jauh dari kota Madinah, ini pertama kalinya kami miqat dari Zul Khulaifah biasanya selalu dari Taif. Selepas miqat kita lanjut perjalanan ke Makkah dan sempat sekali berhenti untuk lunch dan sholat. Sampai dihotel Hyatt Regency Makkah sekitar 15 menit sebelum sholat Maghrib. Kita mulai tawaf selepas Maghrib dan baru selesai sekitar jam 10an malam, karena padat tawaf kami di sisi luar mathaf dengan radius yang lebih jauh sehingga memakan waktu cukup panjang dibanding area mathaf yang sebetulnya. Alhamdulillah selepas 2 putaran tawaf kita berhasil turun ke mathaf utama via gate 94 (please noted down this!).

Hyatt Regency ada di area Jabal Omar dan posisi serta layanannya perfect. Ada mall kecil dibawah hotel Hyatt ini dan lagi lagi ada AlBaik ☺️ Banyak ATM di mall ini karena ada Al Rajhi branch, ada book store, Makkah dates, dll dll. Akses ke Haram dari Hyatt Regency juga less crowded sehingga dari kaman hotel hingga masuk kedalam Masjidil Haram bisa ditempuh kurang lebih 5 menitan. Okupansi Hyatt Regency tan sepadat hotel-hotel di Clock Tower atau Hilton sehingga lift-pun relatif lancar dipergunakan.

Dapat 2 hari di Hyatt Regency kami pindah hotel ke Fairmont di Clock Tower. Ini juga great hotel tapi sangat crowded hotel ini dibandingkan Hyatt Regency. Arrangement lift adalah salah satu masalah utama hotel ini karena harus bertukar lift dari kamar menuju Al Haram. Tapi over all masih acceptable waktu tempuh ke Haram bisa dijangkau sekitar 10 menitan termasuk untuk antri lift dll.

Selepas 2 hari di Fairmont hotel kita bergerak pulang menuju Muscat via Jeddah. Makkah Jeddah ditempuh sekitar 1.5 jam. Sekali lagi yang perlu digarisbawahi kita harus menuju ke terminal mana di Jeddah, ini sangat penting dan please expect chaotic service di airport Jeddah. Harus banyak banyak bersabar dalam hal ini insyaa Allah diberi kelancaran. Siapkan spare waktu yang cukup untuk check in di Airport Jeddah minimum 3 jam.

Perjalanan Jeddah Muscat ditempuh sekitar 2.5 jam. Untuk Anda yang ini stop over di Muscat bisa apply visa on arrival sekitar QR50/person dengan proses sangat cepat dan mudah. Untuk kendaraan Anda bisa sewa dari Sixt Rent salah satunya, bisa dibooking online via app dan tinggal ambil mobilnya sesampai di bandara dan dikembalikan dibandara pula saat departure. Bila memang berniat off road sekalian saja Anda sewa 4WD dengan tarif QR350/day, untuk mobil sedan harganya setengahnya kurang lebih.

Perjalanan inbound Muscat – Doha menggunakan code share yang notabene terbang dengan pesawat Qatar Airways berbadan lebar untuk short range yaitu B777 300ER. Dalam penerbangan singkat yang nyaman ini saya selesaikan tulisan ini alhamdulillah. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 1.5 jam. Saat Anda mendarat di bandara Doha sampaikan kepada imigrasi bila ditanya bahwa baru datang dari Muscat – Oman.

Demikian sekilas info dari saya semoga cukup jelas dan ada manfaatnya, bila ada hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut silahkan japri saya saja. Akhirul kalam semoga Allah meluruskan niat kita dalam beribadah hanya karena Allah dan memudahkan kita untuk selalu kembali ke Al Haram insyaa Allah…Aamiin Allahumma aamiin…

 

 

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia CENDERUNG kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. [QS. Ibrahim: 37]

 

*ditulis dan disarikan dalam penerbangan Muscat – Doha