May 27 2017

💡 Lihatlah ke Bawah Urusan Dunia & Lihatlah ke Atas Urusan Akherat.

📣 Ustadz: Dr. Firanda Andirja, MA.


May 27 2017

💡 Setiap Nikmat Akan Diminta Pertanggungjawaban

📣 Ustadz: Dr. Firanda Andirja, MA.


May 13 2017

😢😢😢


May 13 2017

LIMA ANCAMAN KERAS BAGI PELAKU RIBA…- Ustadz Ammi Nur Baits

1) Miskin diakhir hayatnya atau kefakiran selalu ada di pelupuk matanya walaupun dia banyak harta.

2) Berenang di sungai darah saat di alam kubur.

3) Ketika dibangkitkan dalam keadaan kerasukan/ gila.

4) Di Padang Mahsyar ditantang perang oleh Allah dan rasulnya.

5) Setelah di hisab akan kekal dineraka kecuali Allah mengampuninya.
Ini semua menunjukkan dosa riba adalah bukan dosa biasa karena diazab oleh Allah sebelum dihisab dan ditantang perang langsung oleh-Nya. Penjelasan selengkapnya disertai dalil bisa disimak videonya berikut ini…Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa-dosa riba, aamiin yaa rabbal ‘alamiin…


May 13 2017

 *Waspada Selama Puasa Ramadhan* !!!

✍Ustadz DR.Firanda Andirja, Lc MA hafidzohulloh.

Selamat melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dimudahkan berpuasa yg berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur’an dan sholat malam serta sedekah.
Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :
1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah. 
2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.
3) Waktu untuk ngenet jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur’an, sungguh ini adalah jebakan syaithan
4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.
5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.
6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.

Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur’an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.
7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur’an.
8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.
Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur’an 5 kali), atau (Sedang i’tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll. 
Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya’ dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.
9) I’tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i’tikaf.
10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.
Semoga Allah memudahkan kita semua mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

___
📱 Dipost Ustadz Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-


May 13 2017

*MAHALNYA HIDAYAH SUNNAH*

❇ Kajian Ilmiah Sunnah
Sesuatu yang paling mahal di dunia ini adalah *Hidayah Mengenal Sunnah*. 
Mengapa dikatakan Mahal? 
Karena Hidayah mengenal Sunnah sama seperti Hidayah mengenal Islam.

Bisa kita bayangkan, dari sekian trilyun manusia yang hidup di muka bumi ini, berapa di antara mereka yang mendapat hidayah untuk memeluk Agama Islam? 
Lalu dari sekian milyar orang yang beragama Islam, berapa persen di antara mereka yang hatinya tergerak untuk mau mendalami Agama? 
Dan dari sekian persen orang yang mendalami Agama Islam, berapa persenkah orang yang betul-betul mendalami agama dengan benar? 
Kemudian dari sekian orang yang mendalami Agama dengan benar, berapa persenkah orang yang mau Mengamalkan Ilmu yang telah didapatkan?
Oleh karena itu, *Hidayah Mengenal Sunnah serta Mengamalkan* nya merupakan sesuatu yang sangat mahal, 

tak kan tergantikan dengan dunia dan seisinya. 

Sehingga bagi yang telah mendapat Hidayah yang sangat mahal ini, hendaknya ia Bersyukur.
___

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang Da’i yang berasal dari Kuwait, yaitu Dr. Abdurrahman As-Sumait. 

Aslinya, beliau adalah seorang dokter internist (ahli penyakit dalam). 

Beliau mengambil kuliah S1 di Baghdad, S2 di Inggris, dan S3 di Kanada. 

Beliau sudah memiliki pekerjaan di rumah sakit Kuwait dengan penghasilan yang sangat besar. Akan tetapi, beliau tinggalkan penghasilan yang sangat besar itu dan pergi ke pedalaman Afrika serta mengajak mereka untuk masuk ke dalam Agama Islam.
Ketika ada orang yang pindah keyakinan dan memeluk Agama Islam, maka usai mengucapkan kalimat Syahadat, orang-orang Afrika tersebut menangis karena bahagia dan sedih. 

Mereka bahagia karena mendapatkan Hidayah, sedangkan mereka sedih sambil berkata, “Mengapa kalian (kaum Muslimin) baru datang sekarang (datang ke Afrika) ? 

Dulu kalian pada kemana ? Sehingga orang tua kami tidak sempat menikmati indahnya Islam dan meninggal dalam keadaan Kufur…

Kemanakah kalian, wahai kaum Muslimin?” 

Tanya orang-orang Afrika tersebut kepada beliau ..

(Dr. Abdurrahman As-Sumait).
Hal itulah yang menyentuh perasaan beliau, sehingga beliau mendedikasikan seluruh umurnya untuk berdakwah di negeri Afrika. Padahal beliau di sana mendapat banyak cobaan berupa penyakit-penyakit berat, seperti diabetes, ginjal, tensi tinggi. 

Akan tetapi, beliau tidak mempedulikan hal itu dan beliau meninggalkan seluruh kenikmatan duniawi, lalu tinggal di pedalaman Afrika.
Di sana, beliau tidur di atas tikar dan beratapkan langit. 

Terkadang, ancaman binatang buas ada di sekitarnya. 

Namun beliau –dengan taufiq dari Allah Ta’ala– sukses berdakwah selama 29 tahun di pedalaman Afrika dan Beliau -rahimahullah- berhasil ::

• Meng-Islamkan 11 juta orang.

• Membangun 5.500 buah Masjid di berbagai penjuru Afrika, 

• Mengkader 40.000 Da’i, serta 

• Terlibat dalam aktivitas Sosial: membangun 11.000 Sumur. 

Akhirnya beliau wafat pada tahun 1434 H atau 2013 M.
Beliau meninggal dunia dengan meninggalkan sejumlah ‘Amalan Kebaikan yang sangat prestisius (berharga)..
Namun kita?
Apa yang akan kita tinggalkan untuk akhirat nanti…?? 
Sudah berapa orangkah yang kita dakwahi, sehingga mereka mendapatkan Hidayah..? 
Mungkinkah orang tua kita pun, sampai saat ini belum mengenal Sunnah? 
atau.. bahkan hingga menjelang akhir hayat orang tua kita, sudahkah kita kenalkan Sunnah kepada mereka?…
Allahul musta’an 

____
🌐 Referensi: Rekaman kajian “Mencuri Hati” yang disampaikan
Oleh : ✍

📝 *Ustadz Abdullah Zaen Lc, MA* _hafizhahullah_


Mar 11 2017

Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib…

Ilmu dunia (i.e. engineering, science, kedokteran, dll) pada awalnya adalah mubah (boleh-boleh saja dipelajari) dan dia baru bisa naik derajatnya/ berpahala manakala orang/ilmu tersebut ada sumbangsih pada akhirat misalnya seorang belajar ilmu kedokteran untuk membantu orang miskin atau semisalnya, sedangkan bila ilmu kedokteran tersebut dituntut hanya demi mendapatkan harta saja maka tak akan bernilai pahala dimata Allah Subhanahu wa ta’ala. Berbeda halnya dengan ilmu syar’i yang wajib dituntut oleh setiap muslim dan mempelajarinya akan bernilai pahala disisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Allah tidak akan meminta pertanggung jawaban bila kita lalai mempelajari ilmu dunia (i.e engineering, science, kedokteran, dll) tetapi sebaliknya Allah akan meminta pertanggung jawaban kita tentang bagaimana cara sholat yang benar, bermuamalah secara syar’i dll.

Menuntut ilmu (syar’i) bukan hanya tugas para santri, para ustad, para guru, terutama untuk ilmu-ilmu yang haram bagi kita bodoh didalamnya seperti mengetahui ibadah yang benar, tata cara muamalah yang benar adalah haram bagi seseorang bodoh didalamnya.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim [Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu].

Lalu dimana kedudukan belajar bahasa Arab dalam hal ini? Apakah belajar bahasa Arab masuk kedalam ilmu dunia atau ilmu syar’i? Sheikh Ibnu Taimiyah rohimahullah mewajibkan belajar bahasa Arab sesuai kemampuan masing-masing karena kaidah berikut:

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib” (perkara yang menjadi penyempurna dari hal yang wajib, maka hukum perkara tersebut menjadi wajib pula).

Memahami makna doa-doa/surat yang kita baca dalam sholat agar kita khusu’ didalamnya adalah suatu kewajiban, dan satu-satunya cara adalah dengan belajar bahasa Arab atau minimal melihat terjemahannya, intinya ada kaitannya dengan bahasa Arab. Oleh karena itu bahasa Arab menjadi penyempurna sesuatu yang wajib karenanya Sheikh Ibnu Taimiyah mewajibkan belajar bahasa Arab dan memasukkan bahasa Arab sebagai ilmu syar’i.


Mar 11 2017

Ruqyah Mandiri – Ustadz Khalid Basalamah


Mar 10 2017

Manfaat dari Hutang adalah Riba

 كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا

Artinya: “Setiap akad qardh dengan mengambil manfaat adalah riba”.


Mar 10 2017

Hukum MLM – Ustadz Ammi Nur Baits