Mar 11 2017

Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib…

Ilmu dunia (i.e. engineering, science, kedokteran, dll) pada awalnya adalah mubah (boleh-boleh saja dipelajari) dan dia baru bisa naik derajatnya/ berpahala manakala orang/ilmu tersebut ada sumbangsih pada akhirat misalnya seorang belajar ilmu kedokteran untuk membantu orang miskin atau semisalnya, sedangkan bila ilmu kedokteran tersebut dituntut hanya demi mendapatkan harta saja maka tak akan bernilai pahala dimata Allah Subhanahu wa ta’ala. Berbeda halnya dengan ilmu syar’i yang wajib dituntut oleh setiap muslim dan mempelajarinya akan bernilai pahala disisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Allah tidak akan meminta pertanggung jawaban bila kita lalai mempelajari ilmu dunia (i.e engineering, science, kedokteran, dll) tetapi sebaliknya Allah akan meminta pertanggung jawaban kita tentang bagaimana cara sholat yang benar, bermuamalah secara syar’i dll.

Menuntut ilmu (syar’i) bukan hanya tugas para santri, para ustad, para guru, terutama untuk ilmu-ilmu yang haram bagi kita bodoh didalamnya seperti mengetahui ibadah yang benar, tata cara muamalah yang benar adalah haram bagi seseorang bodoh didalamnya.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim [Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu].

Lalu dimana kedudukan belajar bahasa Arab dalam hal ini? Apakah belajar bahasa Arab masuk kedalam ilmu dunia atau ilmu syar’i? Sheikh Ibnu Taimiyah rohimahullah mewajibkan belajar bahasa Arab sesuai kemampuan masing-masing karena kaidah berikut:

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib” (perkara yang menjadi penyempurna dari hal yang wajib, maka hukum perkara tersebut menjadi wajib pula).

Memahami makna doa-doa/surat yang kita baca dalam sholat agar kita khusu’ didalamnya adalah suatu kewajiban, dan satu-satunya cara adalah dengan belajar bahasa Arab atau minimal melihat terjemahannya, intinya ada kaitannya dengan bahasa Arab. Oleh karena itu bahasa Arab menjadi penyempurna sesuatu yang wajib karenanya Sheikh Ibnu Taimiyah mewajibkan belajar bahasa Arab dan memasukkan bahasa Arab sebagai ilmu syar’i.


Mar 11 2017

Ruqyah Mandiri – Ustadz Khalid Basalamah


Mar 10 2017

Manfaat dari Hutang adalah Riba

 كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا

Artinya: “Setiap akad qardh dengan mengambil manfaat adalah riba”.


Mar 10 2017

Hukum MLM – Ustadz Ammi Nur Baits


Mar 4 2017

Buat yang Kidal


Mar 4 2017

MENGEJAR DUNIA…(jilid 2)

Sampai sejauh mana kita mengejar dunia? Dan bagaimana caranya untuk tetap mengingat akhirat?

Jawabannya adalah jangan menjadikan dunia sebagai ambisi tetapi jadikan akhirat sebagai ambisi, baru kejar dunia untuk ambisi akhirat. Misal punya dua perusahaan yang satu waqaf lillahi ta’ala, atau punya keinginan punya dua toko, satu tokonya lillahi ta’ala dll dll. 

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu’anhu , ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.

وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS65 At-Tholaq: 2-3).


Mar 4 2017

Penyimpangan ISIS/ Daesh – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah


Mar 4 2017

Manasik Umroh Sesuai Sunnah – Ustadz Abu Haidar Assundawy

Part1 out of 5


Part2 out of 5

​​

Part3 out of 5

Part4 out of 5​​​

Part5 out of 5​​​


Mar 3 2017

TERIMAKASIH AHOK…

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya/makar [QS. Ali Imron:54].

Yang belajar bahasa Arab mungkin maklum bahwa أَوْلِيَاءٌ (‘auliyaa’un) adalah jamak/plural dari وَلِيٌّ (waliyyun) yang merupakan kata tunggalnya dan kalau dilihat dikamuspun artinya adalah kawan, sahabat, penjaga dll. Jadi kata أَوْلِيَاءٌ di surat Al-Maidah 51 kalau di Indonesia dimaknakan sebagai pemimpin tidak juga salah tapi makna sebetulnya adalah kawan/ sahabat/ penjaga. Jadi makna sebetulnya lebih dalam dari sekedar pemimpin, yaitu jangan jadikan mereka sebagai teman dekat/ karib atau sahabat dekat APATAH LAGI MENJADI PEMIMPIN diwilayah mayoritas muslim pula. Bila merujuk pada tafsir jugalah sama maksudnya dan dijelaskan detail riwayatnya sila buka halaman http://www.ibnukatsironline.com/…/tafsir-surat-al-maidah-ay…

Oleh karena itu patutlah kita berterimakasih pada Ahok karena dia kita kembali mengkaji AlMaidah 51 dan semoga ini menjadi momentum buat kita semua untuk lebih mentadabburi Al-Qur’an bukan hanya satu ayat ini saja tetapi ayat ayat yang lainnya juga sehingga menambah keimanan kita semua, aamiin yaa Rabb…

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? [QS. Muhammad:24]


Mar 3 2017

Semangat Belajar Bahasa Arab Biarpun Merangkak…💪💪💪

Terus maju biarpun merangkak belajar bahasa Arab inshaAllah…Hampir satu dekade di jaziirah Arab taulah sikit sikit kaidah mubtadha khobar, idhofah, mausuf sifat, jar majrur, dhomir, mufrad-mutsana-jamak, dll. Semoga belajar bahasa Arab ini menjadi jalan untuk kita lebih memahami diinul Islam dan berbuah ketakwaan inshaAllah, aamiin allahumma aamiin..Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:

مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.”

Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”

Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Sebagai penutup dan penyemangat diri sendiri ana kutipkan atsar yang mashur…Imam Muslim dalam Shahihnya membawa sebuah atsar dari Yahya bin Abi Katsir,

لاَ يُسْتَطَاعُ العِلْمِ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ

“Tidaklah didapatkan ilmu dengan jasad yang santai.”

Maka ini seolah-olah menjadi sebuah kaidah bahwa barangsiapa yang menginginkan untuk Allah Azza wajalla memberikan kepadanya ilmu agama hendaknya ia tidak bersantai diri, karena semua membutuhkan perjuangan….