May 6 2016

How to Share Large Size Video to WhatsApp Messenger v2

I wrote before regarding similar topic here, this time I going to show you little more “tricks”.

Basically the step more or less are same but in order to avoid confusion I will repeat from beginning:

1) Select your favorite video & you can simply download them by just add “ss” to the video URL as shown below. After adding “ss” you just need to press enter to proceed to the next step.

1

2) Now is the crucial step, you need to select which video to be downloaded since we have many options here (i.e. FLV, MP4 360p, MP4 720p, etc). You have to select video that has size less than 16Mb. For example I select 3GP 144p format which will have size ~ 7.43Mb & resolution 320×180.

2

3) Since iOS device is not accept 3GP format then I have to convert them into MP4 format. You can convert with several applications. In this case I am using “Handbrake” for Mac OS X (https://handbrake.fr). For Windows you may use Any Video Converter application. Handbrake is very handy & fast!

There are bunch of settings you have to set but for most of the cases you only need to define the source, destination output, output settings, & video codec. You can leave the remaining settings, otherwise you may fine-tune them when it is needed.

3

4) This is the new trick, you need to upload your video to Facebook…yes FB 🙂 why? Because your video will get compressed and optimised so that 40-45Mb video (~20 minutes duration of video) will be fit on Whatsapp. How to download video from WA you can see from here.

5) Once your video ready you may transfer the file from your Mac to your iOS device with iTunes or Airdrop. I assumed that you know how to do this. I do prefer to use Airdrop for this transfer.

Screen Shot 2016-05-06 at 19.38.03

Hope you will get benefit from this…


May 6 2016

#Bahasa Arab itu…

Ada biaya, kau ingin gratis.

Tak ada biaya, kau bilang tak profesional.

Tempat jauh kau mengeluh.
Tempat dekat kau berleha-leha.
Tersedia online kau ingin tatap muka.
Ada tatap muka kau jarang datang.
Ada jadwal pagi kau minta malam.
Dipindah malam, kau lelah pulang kerja.
Dibuka pendaftaran baru, kau bilang sibuk Seminar, Event, dll.
Seminar, Event, dll selesai, kau minta waktu istirahat dulu.

Training satu hari kau sebut mustahil bisa bahasa Arab dalam waktu singkat.

Program lima tahun, kau malah ingin minta Short Course, kursus singkat.

Metode yang meminta hafalan kau bilang berat.

Metode yang tak mewajibkan hafalan kau bilang kurang menantang.

Maumu apa sih?

 

#sindiran untuk diri sendiri


Mar 5 2016

Do Conversions with Spotlight in Macbook

Nothing special but it’s fun & cool! The source data is from Yahoo!

Weight conversion.

Screen Shot 2016-03-05 at 06.26.00

Currency conversion.

Screen Shot 2016-03-05 at 06.26.40


Mar 4 2016

Record Your iPhone/ iPad Screen with Your Macbook

I am going to show you quite cool tips to record your iPhone/ iPad screen with your Macbook. It’s very easy and useful let say as developer you want to show off your app directly from iPhone screen, or even you can record particular app like WizIQ in your iPhone and later on you want to edit with video editor, etc etc. Try to follow below steps:

  1. Connect your iPhone/ iPad with cable to your Macbook.
  2. Open your Quick Time and click “New Movie Recording” as shown below.
    Screen Shot 2016-03-04 at 22.45.11
  3. Beside record button you will see drop down list to select camera source input, microphone source input, and quality as shown below. Please select your iPhone name as camera and microphone source input. For the quality you may set high or max quality. I do fine with max quality.
    Screen Shot 2016-03-04 at 23.12.46
  4. You may start to record you iPhone/iPad screen by click record button and stop whenever it’s done. Even you may trim the video by press command-T. Or if you want further edit the video you can use any video editor (i.e. Handbrake, etc).
    Screen Shot 2016-03-04 at 23.19.45
  5. There you are…your video is ready!

Mar 4 2016

PANTASKAH?

12360104_10206788383440490_6957427537616829231_n

 

Seperti yang Anda semua ketahui dinegara Saudi terdapat dua kota suci yang kemuliaannya tersurat dalam Qur`an ataupun as Sunnah shahihah. Ketika kita sholat dikedua kota tersebut maka akan dilipatgandakan berkali-kali lipat pahalanya dibandingkan sholat dikota atau mesjid-mesjid lain dimuka bumi ini. Dan kedua kota suci tersebut kelak diakhir jaman hanyalah dua tempat yang terlindungi dari hadirnya Dajjal berdasarkan hadis yang sahih pula. Saya dan Anda semuapun bila berhaji dan berumroh perginya ke Makkah bukan kekota dinegara lainnya dimuka bumi ini. Ketika kita beribadah di Masjidil Haram ataupun Nabawi terasa begitu nikmat sehingga selalu ingin kembali lagi dan terus kembali lagi. Belumlah pernah saya mendengar orang kapok berumrah ataupun berhaji.

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan Makkah sebagai kota suci, yakni sejak penciptaan langit dan bumi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada hari penaklukan kota Mekkah :

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat “. [HR al Bukhari, no. 3189; Muslim, 9/128, no. 3289].

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [an Naml/27:91].

Dan masih banyak dalil sahih tentang kemuliaan kedua kota suci tersebut. Jadi PANTASKAH kita membenci sebuah negara yang didalamnya terdapat dua kota suci yang kemuliaannya bukanlah dijamin oleh manusia tetapi dijamin LANGSUNG oleh Allah Azza wa Jalla?? PANTASKAH memperolok negara yang didalamnya ada sebuah mesjid tempat Ka’bah berada?? PANTASKAH membenci sebuah negara yang didalamnya ada Masjidil Haram yang pahala sholatnya 100rb kali dibanding mesjid lain dimuka bumi ini?? Secara matematis 100rb itu artinya kurang lebih sama dengan pahala sholat sendirian selama 55 tahun!! Jadi Anda bisa bayangkan betapa mulianya mesjid/kota suci ini dibandingkan kota-kota lainnya. Jadi PANTASKAH? Sungguhlah merugi bila ikut-ikutan kelompok Syiah atau Islam Liberal dll membenci dan mencerca Saudi, apalagi dilakukan dinegara dengan populasi muslim terbesar didunia…may Allah forgive us…

I’m trying to be not exaggerating, bantuan kemanusiaan Saudi keberbagai belahan dunia sangatlah banyak kalo tidak boleh dikatakan tak terhitung tetapi tidaklah terexpose media dan inilah yang Islami tak perlu berkoar-koar ketika berbuat kebajikan. Anda bisa mengecek hal ini melalui sumber berita yang credible atau melalui situs Ministry Foreign Affair Saudi langsung (English version is available). Belum lagi bantuan beasiswa, pembangunan mesjid/sekolah, dll yang juga sepi dari exposure. Pemerintahan Saudi bukanlah perfect ada kekhilafan disana sini sebagaimana pemerintahan saya dan Anda juga, tapi Anda harus ingat kembali di Saudi ada dua kota suci dan pemerintahannya jauh lebih dekat kepada syari’at Islam dan sunnah yang shahihah.

Sebagaimana disebutkan oleh para ulama tanda-tanda akhir jaman telah banyak bermunculan, perpecahan dan subhat-subhat bermunculan dimana-mana termasuk melalui media/ social media. Fakta diputarbalikkan dengan mudah oleh media dan ditunggangi banyak kepentingan/ pihak adalah satu hal yang biasa saat ini. Jikalau Anda menerima tulisan di media/social media/ lainnya yang menjelekkan Saudi sangat boleh jadi penulisnya adalah Syiah atau Islam Liberal atau dll. Cobalah Anda telaah dulu siapa penulisnya dan bagaimana backgroundnya. Jaman telah begitu canggih sehingga Anda bisa mengecek jejak penulisnya melalui dunia maya. Anda bisa cek apakah tulisannya sesuai dengan Qur’an dan hadis yang sahih atau justru malah jauh bersebrangan.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An Nisa’:59).

Kalolah kita menemui dinegara Saudi ini atau ada perangai orangnya yang buruk adalah satu hal yang manusiawi sebagaimana banyak orang berperangai buruk bahkan sangat nista dinegara kita atau negara lainnya, tapi yang sudahlah pasti bahwa kemuliaan dan kehormatan kedua kota suci tersebut tidakkan berkurang oleh keburukan bahkan cacian banyak orang dimuka bumi ini karena kedua kota suci ini dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.

والله أعلمُ بالـصـواب


Mar 4 2016

HOW DO I USE SOCIAL MEDIA?

Social media bagaikan pisau bermata dua, Anda semua tentunya paham apa yang saya maksudkan. Kita bisa memanfaatkan social media untuk meraih jannah yang dijaman-jaman sebelumnya tidak memungkinkan. Hanya dalam hitungan detik kita dengan mudah menyebarkan suatu kebaikan melalui social media keseluruh penjuru dunia, if it is good we’ll get reward but if it is bad our sin will be multiply. Yang menjadi masalah adalah ketika informasi begitu melimpah ruah (information overload) sebagaimana terjadi saat ini kita membutuhkan filter yang sangat baik sehingga tidak mengutip informasi dari sumber yang salah. Satu contoh kecil apakah Anda tahu bedanya arrahmah.com dan arrahmahnews.com? Seandainya belum tahu carilah tahu, dengan cukup mudah kita bisa temukan bedanya dengan membaca sekilas saja kedua situs tersebut.

Kasus semacam situs diatas sangatlah umum dan banyak sekali dewasa ini, jadi extra hati-hati mengutip suatu artikel/ audio visual sebelum kita yakin kesahihan sumber maupun content-nya.

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka. [HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4]

Subhat-subhat saat ini begitu hebat sehingga kita sulit membedakan mana yang baik dan buruk karena yang burukpun bisa difabrikasi menjadi baik. Disinilah pentingnya seorang kawan dan lingkungan bagi kita semua.

Bergaullah dengan orang yang selalu mengingatkan kita untuk selalu berdzikir kepada Allah agar kita senantiasa ruku dan sujud kepada Allah. Jika kita bertemu dengan orang seperti itu, maka jagalah hubungan baik dengannya. Karena ada diantara manusia yang berfungsi seperti kunci untuk membuka pintu-pintu kebaikan dan untuk mengunci pintu-pintu keburukan.
Saat bersamanya, kita memiliki semangat dan gairah untuk berdzikir kepada Allah. Sungkan dan takut untuk berbicara yang didalamnya ada unsur kemaksiatan…

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927):
“Seseorang itu di atas agama sahabatnya, maka perhatikanlah dengan siapa dia bersahabat dan berteman akrab.”

May Allah protect us…


Mar 4 2016

Islam yang ke-Arab-Araban?

Belakangan bila diperhatikan di medsos begitu gencar sekali yang comment “Ngapain sih harus Islam yang ke-Arab-Araban” atau “Ngapain kita niru Arab kita punya budaya lokal yang lebih pas dengan Islam Nusantaranya” atau comment2x sejenis lainnya. Celakanya comment2x itu dibuat oleh seorang Muslim dari sepenelitian saya, dan banyak orang diluar Islam mengutipnya. Betul Islam bukan Arab dan Arab bukan Islam tapi Anda pasti tahu Qur’an itu berbahasa apa? Sholat itu menggunakan bahasa apa? Mengapa Islam diturunkan di Arab? Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dari bangsa mana?? Jadi bila ada orang yang ingin memisahkan Islam dengan Arab patutlah dicurigai orang itu dari kalangan Islam Liberal/Nusantara atau paling tidak simpatisannya. Apakah Anda ingin takbir dalam sholat diganti menjadi Allah Maha Besar??? Atau mungkin Anda ingin mengganti kalimat salam Assalamu’alaykum menjadi berbahasa Indonesia?  Yaa akhii ukhtii susah kali jadinya kita ini harus me-Nusantarakan Islam. Nah janganlah Anda bilang saya ke-Arab-Araban dengan bilang akhii ukhtii he..he.., kalo yang belum tau itu artinya my brother and my sister. Janganlah Anda standard ganda budaya barat diadopsi abis abisan sedangkan budaya Arab yang sudah jelas lebih dekat dengan Islam malah ditolak.

Islam hanyalah satu yaitu yang bersumber dari Qur’an dan hadits sahihah jadi tak ada itu Islam Nusantara/Liberal/Moderat atau Islam Malaysia atau Islam Jawa atau Islam Sunda dll dll. Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam diturunkan di Arab untuk mengIslamkan Arab dan bukan sebaliknya meng-Arabkan Islam. Demikian juga di Nusantara, Islam hadir di Nusantara untuk meng-Islamkan Nusantara. Saya tak perlu menunjukkan pada Anda bagaimana sepak terjang Islam Liberal/Nusantara yang sudah jauh sekali dari Qur’an dan hadits, tinggal Anda cari sendiri diinternet begitu mudah didapatkan, ditangan mereka hubungan sejenis menjadi halal bahkan pernikahan sejenis mereka coba masukkan dalam perundang-undangan, ditangan mereka jilbab menjadi tidak wajib, membolehkan memilih pemimpin dari kalangan diluar Islam, umrah tak perlu ke Makkah, bahkan Allah saja ditantangnya…la hawla wala quwwata illa billah…musibah apalagi yang terbesar selain hilangnya iman dari diri kita.

Kalo misalnya Anda belum tahu dalil wajibnya jilbab ya cari taulah janganlah terus mengikuti hawa nafsu kemudian menyitir perkataan tokoh2x Islam Liberal sehingga terkena tipu muslihat mereka. Atau katakanlah Anda belum tau haramnya memilih pemimpin yang non-Islam ya carilah dalilnya jangan ngikutin hawa nafsu saja, kalo Qur’an sudah mengatakan haram ya sudah ndak usahlah Anda cape2x cari dalil tandingan atau pembenaran lainnya. Maka dari itu sungguhlah penting darimana dan bagaimana Anda mengambil ilmu itu, karena Islam Liberal/Nusantara-pun mengaku Islam, syiah-pun mengaku Islam, bahkan Gafatar yang tidak mewajibkan sholat saja mengaku dirinya Islam. Cara yang paling mudah bagi kita bila berselisih paham kembalikan kepada Qur’an dan Sunnah, sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّـهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan kepada rasul-Nya serta pemegang-pemegang urusan) artinya para penguasa (di antaramu) yakni jika mereka menyuruhmu agar menaati Allah dan Rasul-Nya. (Dan jika kamu berbeda pendapat) atau bertikai paham (tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah) maksudnya kepada kitab-Nya (dan kepada Rasul) sunah-sunahnya; artinya selidikilah hal itu pada keduanya (yakni jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Demikian itu) artinya mengembalikan pada keduanya (lebih baik) bagi kamu daripada bertikai paham dan mengandalkan pendapat manusia (dan merupakan rujukan yang sebaik-baiknya). [An-Nissa:59]

Menuntut ilmu (syar’i) bukan hanya tugas para santri, para ustad, para guru, terutama untuk ilmu-ilmu yang haram bagi kita bodoh didalamnya seperti mengetahui ibadah yang benar, tata cara muamalah yang benar adalah haram bagi seseorang bodoh didalamnya.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin
Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim [Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu].
 والله أعلمُ بالـصـواب

Mar 2 2016

How to Add Network Printer on your Mac

Just follow below steps & make sure that your Mac connected to those LAN.

Screen Shot 2016-03-01 at 08.54.15


Dec 19 2015

SPESIAL UNTUK ISTRIKU…

Sebelum pulang kantor, sang suami telp istrinya, “Sayang, alhamdulillah, bonus akhir tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta.” Dibalik telp, sang istri tentu saja mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, semoga barokah ya mas”. Sejak beberapa bulan yg lalu mereka sudah merencanakan beli mobil sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.
.
Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, “Nak, kamu ada tabungan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke dia cukup besar, Rp. 50 juta.” Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, “Iya, Bu, insyaAllah ada.” Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, “Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli mobil yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik.”
.
Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sahabat karibnya semasa SMA tiba-tiba menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya harus segera operasi minggu ini. Banyak biaya yg tidak bisa dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.
.
Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli mobil impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, “Berikan padanya. Mungkin kamu memang jalan Allah untuk menolong sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang melalui perantara dirimu.” Ia pun menuruti panggilan nuraninya.
.
Setibanya di rumah, ia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, “Kenapa, mas? Ada masalah? Nggak seperti biasanya pulang kantor murung gini?” Sang suami mengambil napas panjang, “Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak lama, sahabat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli mobil dulu.”
.
Sang istri pun tersenyum, “Aduh, mas, kirain ada masalah apaan. Mas, uang kita yg sebenarnya bukan yg 20 juta itu, tapi yg 130 juta. Uang yg kita infakkan kepada orang tua kita, kepada sahabat kita, itulah harta kita yg sesungguhnya. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg tidak mungkin bisa hilang jika kita ikhlas. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain.”
.
Sang istri pun memegang tangan suaminya, “Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jika kita beli mobil saat ini, jsutru menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi musibah besar justru datang ketika mobil itu hadir saat ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, karena kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan.”
***
Kawan, ada tiga pilihan hidup yg harus kita pilih dg sangat hati-hati. Yakni: pendidikan, pekerjaan, dan pendamping hidup. Bukan sekadar yg favorit kampusnya, tapi yg sesuai dg bidang yg ingin kita pelajari. Bukan sekadar yg gajinya besar, tapi yg sesuai dg passion yg ada pada diri. Bukan sekadar yg indah parasnya, tapi yg bisa menjadi penasehat, sahabat, serta perantara untuk mendekat pada Sang Pencipta.


Dec 19 2015

SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK

Oleh: Muhammad Husnan

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, “paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 – 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.

Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya? Tanya Sang Ulama.
Iya, jawab rektor tersebut.
Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat? Tanya kembali Sang Ulama.
Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami. Jawab si rektor.

Jika Lulus SMP bagaimana?
Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service, jawab kembali si rektor. Kalau SMA bagaimana?
Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan, lanjut si rektor.

Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana? Bertanya kembali Sang Ulama. Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan, kata si rektor.

Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya? Tanya kembali sang Ulama. Iya betul, jawab si rektor.

Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan. Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz? Tanya Sang Ulama. Inshaa Alloh bisa, jawab si rektor dengan yakin. Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD? Kembali tanya Sang Ulama. Tidak ada, jawab si rektor.

Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun? Bisa, jawab si rektor. Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service? Tidak ada, jawab kembali si rektor.

Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik? Tanya kembali ulama tersebut. Tidak ada, jawab si rektor. Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

Anda mulai paham maksud Saya? Ya, jawab si rektor.

Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu? Kurang lebih 2-3 jam, jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor, jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an, Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut. Mari kita didik diri dan keluarga kita agar senantiasa selalu membaca, mempelajari, dan menghapal Al-Qur’an agar hidup kita dimudahkan dan berkecukupan. Totalitas menjadi karyawan Alloh bukan hanya karyawan dari seorang manusia.

Semoga bermanfaat.

Silahkan dishare agar semakin banyak yang terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal Al-Qur’an